Wednesday, July 11, 2012

Perkembangan psikososial pada anak


Perkembangan psikososial pada anak
Perkembangan psikososial pada anak

Menurut Sigmund Freud dalam Yupi Supartini ( 2004 ), perkembangan psikososial anak dibagi menjadi :
a. Fase Oral
Disebut fase oral karena pada tahap ini anak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dari pelbagai pengalaman disekitar mulutnya . Fase ini berlangsung dari masa bayi sampai umur 1 tahun. Bila ibu berhasil memuaskan kebutuhan daar bayi dalam fase ini maka anak tersebut akan merasa aman dan melangkah dengan mantap ke fase berikutnya . Bila fase oral tidak terselesaikan dengan baik maka akan terbawa ke fase berikutnya. Ketidaksiapan tersebut tampak pada perilaku anak yang tetap ingin bergantung, dan menolak untuk mandiri.
b. Fase anal
Fase ini berlangsung pada masa 1-3 tahun . pada masa ini anak mulai meperlihatkan rasa ke AKU-annya. Sikapnya sangat egoistik. Ia pun mulai mengenal tubuhnya sendiri dan mendapatkan kepuasan dari pengalaman auto-erotiknya. Sesuai dengan namanya fase anal, salah satu tugas anak adalah latihan kebersihan atau disebut “ toilet training”.Anak mengalami rasa puas saat bisa menahan maupun saat mengeluarkan tinjanya. Bila orang tua tidak dapat mebantu anak untuk menyelesaikan tugas latihan kebersihan dengan baik maka akan terjadi berbagai kesulitan tingkah laku.
c. Fase Oedipal/falik
Biasanya terjadi pada anak usia 3-6 tahun. Anak mulai bisa
merasakan dorongan seksualitas yang kemudian ditujukan kepada orang tua dengan jenis kelamin yang berbeda. Perasaan ini menimbulkan dorongan untuk bersaing dengan orang tua yang mempunyai jenis kelamin sama dengannya, untuk meperebutkan perhatian orang tua yang lain.Dengan demikian anak dapat merasakan rasa seksual ang berkembang ini denagn lebih bebas. Namun demikian lama kelamaan anak akan sadar sendiri bahwa ia tidak mungkin mengekspresikan perasaannya dengan seenaknya dan juga tidak mungkin memenangkan persaingan melawan orang tuanya., maka ia belajar untuk menahan diri. Disisni tampak bahwa anak mulai belajar menyesuaikan diri. Perasaan seksual yang negative ini kemudian menjadikan anak menjauhi orang tua yang berjenis kelamin berbeda, dan ia mulai mendekat pada orang tua dengan jenis kelamin sama. Pada saat iniilah dimulai proses identifikasi seksual. Ditandai dengan pergaulan anak yang lebih suka bermain dengan teman yang jenis kelamin sama.
d.
Fase laten
Biasanya terjadi pada anak usia 7-12 tahun. Periode ini merupakan periode integrasi yang bercirikan anak harus berhadapan dengan berbagai macam tuntutan sosial seperti hubungan kelompok, pelajaran sekolah , konsep moral dan etik, dan hubungan dengan dunia dewasa.
e. Fase genital
Dengan selesainya fase laten, maka sampailah anak pada fase
terakhir dalam perkembangan, yaitu fase genital. Dalam fase ini anak dihadapkan dengan masalah yang kompleks, dan ia diharapkan mampu bereaksi sebagai orang dewasa. Kesulitan yang sering timbul pada fase ini seringkali disebabkan oleh karena si anak belum dapat menyelesaikan tahap perkembangannya dengan tuntas.

Fase tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun
Fase tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun

Fase tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun ( Markum, 1994)
A. Tahap perkembangan anak usia 12 sampai 18 bulan
Selama masa tahun ke-2 kehidupan masih tampak perlambatan fisis seperti kenaikan BB berkisar antara 1,5-2,5 kg atau 3x berat badan lahir. Panjang badan bertambah 6 -10cm/ tahun atau ½ kali panjang badan lahir. Demikian pula halnya dengan pertumbuhan otak yang akan mengalami perlambatan selama tahun ke-2 kehidupan. Penambahan lingkar kepala pada tahun pertama sebanyak 12 cm, pada tahun ke-2 hanya 2 cm. Selama tahun ke-2 timbul sebanyak 8 gigi susu, termasuk gigi geraham dan gigi taring, sehingga seluruhnya ada 14-16 buah gigi susu.
Perkembangan mental yang terjadi pada anak usia 12-18 bulan menurut Skala Yaumil Mimi dalam Markum (1994) adalah :
Dapat berdiri sendiri tanpa bantuan
Dapat berjalan dengan dituntun
Menirukan suara
Mengulang bunyi yang didengarnya
Belajar menyatakan satu- dua kata
Mengerti perintah sederhana atau larangan
Ingin melihat semuanya,ingin menyentuh semuanya , memasukkan benda-benda kemulutnya
Berpartisipasi dalam permainan
B. Tahap perkembangan anak usia 18 sampai 24 bulan
Perkembangan fisisnya cenderung menetap, dapat diukur dengan rumus 5 (panjang bahadan lahir) + 80 untuk pengukuran panjang badan. Dan 2 ( berat badan lahir) + 8, untuk pengukuran berat badan. Lingkar kepal bisanya 47-50cm. Perkembangan mental anak usia 18-24 bulan menurut Skala Yaumil Mimi dalam Markum (2004) adalah :
Naik turun tangga
Menyusun 6 kotak
Menunjuk mata dan hidungnya.
Menyusun dua kata.
Belajar makan sendiri.
Menggambar garis di kertas atau pasir.
Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil.
Menaruh minat pada apa yang dikerjakan oleh orang- orang yang lebih besar.
Memperlihatkan minat kepada anak lain dan ikut bermain bersama mereka.
C.
Tahap perkembangan anak usia 2 sampai 3 tahun
Pada tahap ini anak biasanya memiliki 20 gigi susu. Lingkar kepala sudah lebih dari 50 cm..Perkembangan mental anak usia 2- 3 tahun menurut Skala Yaumil mimi dalam Markum (1994) adalah :
Belajar melompat dengan satu kaki, meloncat, dan memanjat.
Membuat jembatan dengan 3 kotak.
Mampu menyusun kalimat.
Mempergunakan kata- kata saya, bertanya, mengerti kata- kata yang ditunjuk kepadanya
.Menggambar lingkaran Bermain dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya.
Description: Perkembangan psikososial pada anak Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: Perkembangan psikososial pada anak

No comments:

Post a Comment

Google+ Followers