Cari Disini

Monday, April 8, 2013

Judul Skripsi Teknik Informatika Terbaru



  • Messanger Berbasis Client-Server Pada Lingkungan Bisnis Menggunakan Triple Transposition Vigenere Cipher
  • Rancang Bangun Aplikasi Wireless Hacking Pada Sistem Operasi Linux Berbasis Python.
  • Peramalan (Forecasting) Beban Listrik Dengan Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Studi Kasus Pt Pln (Persero) Area Pelayanan Tabanan
  • Aplikasi Mobile Banking Bri Berbasis Android
  • Sistem Informasi Tempat Umum Di Kota Denpasar Dengan Api Maps Berbasis Android
  • Rancang Bangun Sistem Reas-Friend For Properties Information In Bali Berbasis Android
  • Aplikasi Sistem Pemesanan Barang Pada The Code Manufacture Of Shoes And Bag Company Berbasis Android
  • Rancang Bangun Aplikasi Pada Facebook Untuk Menentukan Karakter Pribadi Seseorang Menggunakan Metode Dempster Shafer
  • Rancang Bangun Model Traffic Light Menggunakan Bahasa C
  • Simulasi Rancang Bangun Pintu Geser Dengan Menggunakan Pin (Personal Identification Number) Dan Webcam Usb Berbasis Mikrokontroler Atmega8
  • Rancang Bangun Sistem Absensi Siswa Smkti Bali Global Menggunakan Rfid (Radio Frequency Identification) Berbasis Microcontroler Atmega 328
  • Rancang Bangun Sistem Reservasi Tiket Shuttle Bus Berbasis Web Dan Sms Gateway
  • Pemilihan Template Website Pada Lumonata Webdesign And Design Graphis Menggunakan Metode Clustering
  • Implementasi Windows Presentation Foundation (Wpf) Pada Sistem Informasi Penjualan Handycraft Di Gk Handycraft
  • Sistem Informasi Eksekutif Penjualan Pulsa Menggunakan Sms Gateway
  • Sistem Inventori Otomatis Infrastuktur It Menggunakan Network Scanning
  • Implementasi Kalender Bali Mobile Pada Platform Android
  • Implementasi Algoritma K-Means Clustering Dalam Sistem Pemilihan Jurusan Di Smk Studi Kasus Smk N 1 Tegallalang
  • Pengembangan Sistem Informasi Pemasaran Product Tour Dan Travel Berbasis Cloud Computing
  • Aplikasi Lowongan Pekerjaan Berbasis Mobile (Studi Kasus : Career Development Center (Cdc) Universitas Udayana)
  • Analisa Dan Perancangan Sistem Digital Watermarking Pada Citra Digital Dengan Metode Dct (Discrete Cosine Transform)
  • Pengamanan Account Sistem Informasi Akademik Online Sma Negeri 2 Tabanan Dengan Menggunakan Metode Enkripsi Md 5.
  • Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web, Wap Dan Sms Gateway
  • Implementasi Supply Chain Management Untuk Stock Dan Pendistribusian Barang Pada Art Shop I Made Sura Berbasis Web
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Tiket Bus Berbasis Windows Mobile
  • Rancang Bangun Aplikasi Monitoring Dan Troubelshooting Koneksi Antar Node Via Wireless Berbasis Web Dan Sms
  • Sistem Informasi Penyebaran Penyakit Dan Penentuan Zona Rabies Provinsi Bali Berbasis Web
  • Sistem Informasi Pendataan Taekwondoin Dan Penjualan Peralatan Latihan Di Taekwondo Cabang Badung Berbasis Web Dan Sms
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Web Forum Diskusi Umum Dan Jual Beli Berbassis Php Dan Ajax
  • Sistem Informasi Penjualan Kain Kebaya Berbasis Web
  • Aplikasi Mobile Commerce Bookstore Online System Berbasis Wireless Application Protocol Dengan Menggunakan Php Dan Mysql
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Baliray Tour And Travel Berbasis Web Menggunakan Metode Model View Controller
  • Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Teladan Sma N 3 Singaraja Dengan Menggunakan Metode Promethee Berbasis Web Dan Sms Gateway
  • Implementasi E-Commerce Business To Business Dan Business To Customer Pada Pasar Seni Sukawati
  • E-Commerce Busines To Customer Sebagai Solusi Ukm Di Desa Bona
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pada Kisel Denpasar Berbasis Web
  • Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Geografis Jalur Rawan Kemacetan Di Denpasar Dan Badung Berbasis Web
  • Aplikasi Travel Berbasis Web Dan Sms Gateway Menggunakan Metode Model View Controller Pada Timor Leste Tour And Travel
  • Rancangan Sistem Informasi Arsip Induk Langganan Berbasis Web (Simail) Di Pt Pln (Persero) Rayon Klungkung
  • Sistem Informasi Pendistribusian Obat Pada Dinas Kesehatan Kota Denpasar Berbasis Web
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Perhitungan Zakat Berbasis Web
  • Penerapan Seo (Search Engine Optimization) Pada Website Wedding Menggunakan Semantik Web
  • Implementasi Teknologi Cloud Computing Untuk Pemasaran Camilan Khas Bali
  • Sistem Komputer Perpustakaan Di Smpk Soverdi Berbasis Client Server
  • Rancang Bangun Sistem Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Berbasis Web Menggunakan Metode Selection Sort Di Stmik Stikom Bali
  • Sistem Informasi Geografis Bidan Praktek Swasta Di Kota Denpasar Berbasis Web
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Persewaan Dan Penjualan Properti Dibali Berbasis Website Dan Sms Gateway
  • Aplikasi Bimbingan Konseling Dalam Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Backward Chainning Berbasis Web
  • Aplikasi Pendaftaran Dan Pengujian Untuk Calon Mahasiswa Baru Secara Online Pada Stmik Stikom Bali Menggunakan Teknologi Web Service
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Kompetisi Bela Diri Berbasis Web
  • Sistem Informasi Eksekutif Rawat Inap Pada Rumah Sakit Puri Raharja Berbasis Windows Phone
  • Sistem Konfrensi Online Dengan Teknologi Ajak Dan Metode User Centered Design (Ucd)
  • Sistem Informasi Sekolah Online (Distance Learning) Berbasis Web
  • Perencanaan Dan Pembuatan Aplikasi Game Kartu Cangkulan Online Berbasis Web
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Factory Outlet Berbasis Windows Phone
  • Aplikasi Sistem Siaran Stasiun Radio Dengan Live Streaming Client Berbasis Android
  • Aplikasi Enkripsi Pesan Singkat Menggunakan Metode Triple Des Berbasis Android
  • Rancang Bangun Aplikasi Pemilihan Aksesoris Motor Dengan Menggunakan Fuzzy Multi Criteria Decision Making Berbasis Web
  • Sistem Penjadwalan Mata Pelajaran Untuk Smp Widya Sastra Taruna Sanur Menggunakan Algoritma Genetika
  • Rancang Bangun Sistem Absensi Karyawan Menggunakan Rfid (Radio Frequency Identification) Berbasis Microcontroler Atmega 328 Pada Stmik Stikom Bali
  • Aplikasi Mobile Sion Stmik Stikom Bali Berbasis Android
  • Sistem Diagnosa Penyakit Kleptomania Mengguanakan Metode Fuzzy Berbasis Web
  • Implementasi Algoritma Perangkingan Untuk Pencarian Kata Didalam Kamus Komputer Berbasis Android
  • Aplikasi Pemetaan Daerah Tempat Penimbunan Sampah Didaerah Kota Madya Denpasar Berbasis Android
Description: Judul Skripsi Teknik Informatika Terbaru Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: Judul Skripsi Teknik Informatika Terbaru

Sunday, March 10, 2013

Cara Cek Kuota Internet Axis

Untuk para netter yang belum tahu tentang Cara Cek Kuota Internet Axis bisa langsung masuk ke situs nya Axis
langsung aja caranya yaitu klik link ini http://net.axisworld.co.id/package.






Untuk harga dan paketnya bisa lihat di sini :
Daftar Harga dan Cara Daftar Internet AXIS Paket Pro Unlimited
Paket
Harga
Batas Pemakaian Wajar
Mingguan Rp 24.900 250 MB
Bulanan Basic Rp 49.000 500 MB
Bulanan Premium Rp 79.000 1 GB
Bulanan Ultimate Rp 149.000 2 GB

Cara daftar paket Internet Axis
Promo AXIS Pro Unlimited berlaku mulai 10 Juli 2012 sampai akhir 2013. (untuk sementara) Cara mengaktifkannya sendiri Cukup kamu tekan *123*2# pilih=> AXISPRO Unlimited di handphone/hp kamu, maka akan tampilan pilihan menu :

  1. Mingguan
  2. Bulanan Basic
  3. Bulanan Premium
  4. Bulanan Ultimate
Description: Cara Cek Kuota Internet Axis Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: Cara Cek Kuota Internet Axis

Thursday, February 28, 2013

Variabel Penelitian

A. Variabel Penelitian

Variabel adalah konsep yang mempunyai variabilitas. Konsep adalah abstraksi atau penggambaran dari fenomena tertentu. Vatiabel sering disebut juga sebagai obyek atau masalah penelitian. Ada beberapa Macam-macam variabel, antara lain:
  1. Varibel bebas, disebut jiga variabel pengaruh, variabel perlakukan, kausa, treatment.
  2. Variabel terpengaruh, tidak bebas
  3. Variabel perantara, variabel penghubung ialah variabel yang menjembatani pengaruh variabel bebas dengan varibel terikat.
  4. Variabel pendahulu, adalah variabel bebas yang berpengaruh pada variabel tergantung tetapi sekaligus berpengaruh pada variabel lain sebagai variabel bebas terhadap variabel tergantung tersebut.Variabel prakondisi ialah variabel yang keberadaanya merupakan prasarat bagi bekerjanya suatu varibel bebas terhadap variabel tergantung.
Ditinjau dari segi korelasi antar variabel dalam penelitian, terdapat beberapa bentuk korelasi antara lain:
  1. Korelasi simetris, yaitu terjadi apabila antar dua variabel ada hubungan, tetapi tidak ada mekanisme saling mempengaruhi, masing-masing bersifat mandiri.
  2. Korelasi asimetris, ialah korelasi antar dua variabel dengan satu variabel (bebas bersifat mempengaruhi varibel yang lain (terikat)
  3. Korelasi timbal balik, korelasi antar dua variabel yang atar keduanya saling mempengaruhi

B. Definisi Operasional


Dalam penelitian perlu memberi definisi, sehingga peneliti dan pembaca tidak mengaitkan pikiranya dengan hal lain. Tipe-tipe definisi :
  1. Definisi konsepsi (definisi konstitutif), adalah definisi yang diperoleh dari kamus. Adalah definisi akademik dan mengandung pengertian yang universal untuk suatu kata atau kelompok kata. Definisi ini biasanya bersifat abstrak dan formal.
  2. Definisi operasional (definisi fungsional). Kerlinger memberikan dua bentuk definisi operasional yaitu: definisi operasional yang dapat diukur dan definisi operasional eksperimental. Definisi operasional yang dapat diukur menyatakan suatu konsep yang dapat diukur dalam penyelidikan. Definisi operasional eksperimental peneliti menguraikan secara rinci variable-variabel yang diteliti.

C. Hipotesa / Hipotesis Penelitian


Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara dari permasalah penelitian. Hipotesis mempunyai  beberapa kegunaan antara lain:
  1. Memberikan arah penelitian yang akan dilakukan.
  2. Sebagai alat untuk melokalisasikan fenomena-fenomena, dan menuntun cara identifikasi variabel yang dibutuhkan untuk menjawab masalah penelitian.
  3. Sebagai petunjuk/dasar dalam penentuan sampel, metode dan alat pengukuran data.
  4. Sebagai dasar untuk menentukan teknik/cara pengolahan data  dan analisis data.

Hipotesis adalah penjelasan sementara tingkah laku, gejala-gejala, atau kejadian tertentu yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Hipotesis juga bisa berupa jawaban sementara, dugaan sementara dari masalah penelitian. Ada beberapa karakteristik hipotesis yang baik, antara lain:
  • Dapat diteliti
  • Menunjukkan hubungan antar variable-variabel.
  • Dapat diuji
  • Mengikuti temuan-temuan penelitian terdahulu
Hipotesis dalam penelitian memeiliki beberapa fungsi antara lain:
  • Hipotesis membimbing pikiran peneliti dalam memulai penelitian
  • Hipotesis menentukan tahapan atau prosedur penelitian
  • Hipotesis membantu menetapkan format dalam menyajikan, menganalisis dan menafsirkan data penelitian

Ditinjau dari segi tipe-tipe hipotesisi atau bentuk-bentuknya, hipotesis dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:
  • Hipoteis nol, mengandung arti tidak ada pengaruh, tidak ada interaksi, tidak ada hubungan, atau tidak ada perbedaan               
  • Hipotesis alternatif, pernyataan operasional dari hipotesis penelitian. Hipotesis alternative disebut juga hipotesa kerja, yang menyatakan ada hubungan,Hipotesis alternative disebut juga hipotesa kerja, yang menyatakan ada hubungan, perbedaan, pengaruh antar variable. Bila hipotesi salternatif berdasarkan teori disebut dengan hipotesis deduktif. Tetapi bila didasarkan pada pengamatan disebut dengan hipotesis induktif. 
  • Hipotesis non-directional, tidak menunjukkan suatu arah.
  • Hipotesis directional, menunjukkan arah pengaruh atau perbedaan.
Ada lima kriteria dalam membuat formulasi hipotesis, antara lain:
  • Rumusan berupa kalimat deklaratif yang menjawab permasalan penelitian
  • Rumusan mengekspresikan macam hubungan antar dua variable atau lebih
  • Mengandung istilah operasional, yaitu memungkinkan untuk dilakukan pembuktian secara empiric. Secara praktis, kelayakan pembuktian ditentukan oleh:  keterukuran variabel (measurable), keterujian korelasi (provable).
  • Berkaitan dengan teori yang telah mapan, atau hasil penelitian sebelumnya.
  • Mempunyai cakupan yang “cukupan”, tidak terlalu umum atau luas dan tidak terlaau sempit atau spesifik.
Description: Variabel Penelitian Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: Variabel Penelitian

Saturday, February 23, 2013

cinta itu sakit


Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya
Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa
Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Bukan ,aku yang di cintai
Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati
Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku
Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya
Puisi ini karya Randu
Description: cinta itu sakit Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: cinta itu sakit

aku benci jatuh cinta

* I Hate Love *

Cinta ..
Bagi ku cinta itu kejam..
Bagi ku cinta itu menyakitkan ..
Bagi ku cinta itu kepedihan ..
Bagi ku cinta itu omong kosong ..
Bagi ku cinta itu hanya tangisan hati ..
Bagi ku cinta itu hanya membunuh diri ku ..

Kalian tau alasanya knp ..?
Saat ini aku lagi stres dengan cinta ..
Karna apa ??
Cinta ..
Orang yang ku cintai ..
Orang yang ku cayangi ..
Orang yang sangat ku impi-impi kan tiap malam ..
Ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ..
Dia tidak mencintai diriku ..

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhh …

Sungguh sakit ..
Ketika aku tau ternyata dia tak mencintai ku ..
Sungguh sakit ..
Ternyata dia cuma mainin aku ..
Sungguh sakit ..
Ternyata aku cuma di jadikan pelampiasan ..!!

Saat ini aku putus asa ..!!
Cowo itu semua nya ga ada yang bener ..!!!
Cowo itu semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bejattttttt ..!!!!!
Aku benci cowo dan cintaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ..!!!
I hate love ..!
Sungguh kejam sekali kau cinta ..!!!!

* Love Suck *

Cinta ..
Cinta bukan mimpi tapi kenyataan ..
Bukan apa yang didapat ..
Tapi apa yang diberikan ..
Bukan apa yg di lihat ..
Tapi apa yang dirasakan ..

Terus dekat meski jauh ..
Terus ada meski tiada ..
Cinta bukanlah lembaran puisi ..
Tapi lembaran kata hati ..
Love suck ..


Description: aku benci jatuh cinta Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: aku benci jatuh cinta

inteligensi

BAB I
PENDAHULUAN
A.        LatarBelakang
Kreativitas merupakan sebuah konsep yang majemuk dan multi dimensional, sehingga sulit didefinisikan secara operasional. Definisi sederhana yang sering digunakan secara luas tentang kreaivitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia.
Penalaran merupakan suatu proses berfikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses befikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu.
Pemecahan masalah selalu melingkupi setiap sudut aktivitas manusia, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, hukum, pendidikan bisnis, olah raga, kesehatan, dll. Dan jika tidak ada aktivitas pemecahan masalah yang dirasa cukup dalam kehidupan professional dan vokasional hidup kita, kita bisa melakukan berbagai macam penyegaran. Manusia, monyet, dan beberapa jenis mamalia lainnya adalah jenis makhluk hidup yang mempunyai rasa keingintahuan, diantaranya keingintahuan yang berkaitan dengan cara bertahan hidup, mencari stimulasi, juga mengatasi konflik dalam kehidupan dengan kreativitas, logika, intelegensi, dan kemampuan pemecahan masalah
Kreativitas merupakan sebuah konsep yang majemuk dan multi dimensional, sehingga sulit didefinisikan secara operasional. Definisi sederhana yang sering digunakan secara luas tentang kreaivitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia.
Penalaran merupakan suatu proses berfikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses befikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu.
Pemecahan masalah selalu melingkupi setiap sudut aktivitas manusia, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, hukum, pendidikan bisnis, olah raga, kesehatan, dll. Dan jika tidak ada aktivitas pemecahan masalah yang dirasa cukup dalam kehidupan professional dan vokasional hidup kita, kita bisa melakukan berbagai macam penyegaran. Manusia, monyet, dan beberapa jenis mamalia lainnya adalah jenis makhluk hidup yang mempunyai rasa keingintahuan, diantaranya keingintahuan yang berkaitan dengan cara bertahan hidup, mencari stimulasi, juga mengatasi konflik dalam kehidupan dengan kreativitas, logika, intelegensi, dan kemampuan pemecahan masalah
B.        Tujuan

BAB II
KONSEP DASAR
A.        Intelegensi
Beberapa pengertian tentang inteligensi sebagaimana dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:
Menurut W. Stren, inteligensi ialah kesanggupan jiwa untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam suatu situasi yang baru.
Menurut V. Hees, inteligensi ialah sifat kecerdasan jiwa. Istilah inteligensi atau dalam bahasa Inggris inteligensi berasal dari kata “inteligere” yang artinya menghubungkan atau menyatukan satu sama lain.
Menurut Sunary, M.Kes (2004) ia mengemukakan bahwa inteligensi adalah kemampuan   untuk berpikir abstrak.
Menurut (Sukardi, 1997) merupakan kemampuan untuk berpikir secara abstrak.
Menurut (Notoatmodjo, 1997) merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi.
Menurut Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.
Menurut K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
Menurut David Wechster (1986). Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Menurut William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, kami menyimpulkan bahwa intelegensi adalah kecerdasan / kemampuan yang di miliki setiap orang dalam memecahkan masalah, beradaptasi terhadap lingkungan baru, dan berfikir secara abstrak.


dimaksud intelegensi atau Intelek sama dengan Intelegereyang berarti memahami Intellectus atau Intelek adalah bentuk particium perpectum (pasif). Sedangkan Intellegens atau Intelegensi adalah bentuk particium praesens (aktif)
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inteligensi
  1. Heriditor (pembawaan) ialah segala kesanggupan kita yang telah kita bawa sejak lahir dan tidak sama pada tiap orang
  2. Kematangan, menyangkut pertumbuhan jiwa dan fisik berkembang telah mencapai puncaknya karena dipengaruhi faktor internal
  3. Pembentukan yaitu perkembangan individu yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan
  4. Minat, inilah yang merupakan motor penggerak  dari inteligensi kita
5.          Intelegensi sangat ditentukan oleh faktor herediter, kematangan, dan juga pembentukan.
  1.  
C. Gangguan Inteligensi dan Penyebab Retardasi
Pengertian retardasi mental ialah keadaan dengan inteligensi kurang (abnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa kanak-kanak) atau keadaan kekurangan inteligensi (kecerdasan) sehingga daya guna sosial dan dalam pekerjaan seseorang menjadi terganggu. Penyebab retardasi adalah:
  1. Retardasi mental primer; kemungkinan faktor keturunan dan kemungkinan tidak diketahui
  2. Retardasi mental sekunder ialah faktor War yang diketahui dan mempengaruhi otak misalnya infeksi,gangguan metabolism,kekurangan gizi,prematurotas,gangguanjiwa berat,kelainan kromoson,penyakit otak.
Tanda-tanda retardasi mental
  1. Tahap  kecerdasan (IQ) sangat rendah
  2. Daya ingat menari (menari) lemah
  3. Tidak mampu mengurus dirinya sendiri
  4. Minat hanya mengenal pada hal sederhana
  5. Perhatiannya mudah berpindah pindah (labil)
  6. Miskin dan keterbatasan emosi(hanya perasaan, takut,marah,benci,senang dan terkejut)
  7. Kelamin jasmani yang khas
D. Tingkat Kecerdasan
  1. Jenius dengan tingkatan IQ lebih dari 140
  2. Sangat superior dengan tingkatan IQ 130-139
  3. Superior dengan tingaktan IQ 120-129
  4. Cerdas dengan tingkatan IQ 110-119
  5. Normal tinggi dengan tingkatan IQ 100-109
  6. Normal rendah dengan tingkatan IQ 80-89
  7. Interior dengan tingaktan IQ 70-79
  8. Moron  dengan tingaktan IQ 50-69
  9. Feembleminded dengan tingaktan IQ 60-79
  10. Imbelice dengan tingkatan IQ 20-40
  11. Idiot dengan tingkatan IQ kurang dari 20
E. Hubungan Inteligensi dan Kreativitas
Kreativitas perkembangan, karena dipengaruhi faktor dominan inteligensi orang yang kreatif, umumnya memiliki inteligensi yang tinggi atau orang yang inteligensinya tinggi pada umumnya memiliki kreativitas yang tinggi pula sehingga dapat dikatakan bahwa antara kreativitas dan inteligensi itu memiliki hubungan yang sangat erat. Faktor yang mempengaruhinya adalah:
  1. Intrinsik : inteligensi, bakat, minat, kepribadian, dan perasaan
  2. Ekstrinsik : adat istiadat, sosial budaya, pendidikan dan lingkungan
Hubungan antara intelegensi dengan kreativitas. Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.

Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.
3.    Pengertian Kreativitas.
Berikut ini adalah pendapat beberapa ahli psikologi tentang pengertian
Kreativitas yaitu sebagai berikut : David Campbell, Ph.D menyatakan bahwa kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil dengan kandungan ciri ;
Inovatif : belum pernah ada, segar, menarik, aneh, mengejutkan dan teobosan baru.
Berguna : lebih enak, lebih baik, lebih praktis, mempermudah, mendorong, memecahkan masalah, mengurangi hambatan.
Dapat dimengerti : hasil yang sama dapat dibuat pada waktu yang lain.
b) James R Evan, menyatakan kreativitas adalah keterampilan untuk membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah ada dalam pikiran. Setiap kreasi merupakan kombinasi baru dari ide-ide dan produk yang inovatif, seni dalam pemenuhan kebutuhan manusia.
c) Michael A.West, menyatakan bahwa kreativitas merupakan penyatuan pengetahuan berbagai bidang pengalaman yang berlainan untuk menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik. Kreativitas merupakan salah satu bagian dasar dari usaha manusia. Kreativitas melibatkan kita dalam penemuan-penemuan terus-menerus cara baru dan baik dalam mengerjakan berbagai hal. Atau dalam pengertian yang lebih luas, kreativitas terkait dengan penggunaan berbagai potensi yang dimiliki, baik pengetahuan, intuisi maupun imajinasi sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik dan bermanfaat.



Hubungan intelegensi dan kreativitas
Intelegensi menyagkut pada cara berpikir konvergen (memusat) sedangkan kreativitas berkenaan dengan cara berpikir divergen ( menyebar). Penelitian Torrance (1965) mengungkapkan bahwa anak yang kreativitasnya tinggi mempunyai taraf intelegensi (IQ) di bawah rata-rata IQ teman sebayanya. Dalam konteks keberbakatan, ia menyatakan bahwa IQ tidak dapat dijadikan sebagai criteria tungal untuk mengidentifikasi orang-orang yang berbakat.
Berbagai penelitian mengenai hubungan intelegensi dan kreativitas melaporkan hasil yang berbeda – beda. Pada intinya, penelitian itu membuktikan bahwa sampai tingkat tertentu terdapat hubungan antara intelegensi dan kreativitas. Namun, pada tingkat IQ di atas 120, hamper tidak ada hubungan antara keduanya. Artinya, orang yang IQ-nya tinggi, mungkin kreativitasnya rendah atau sebaliknya. Dengan demikian, kreativitas dan intelegensi merupakan dua domain kecakapan manusia yang berbeda. Baik intelegensi maupun kreativitas, dijadikan criteria untuk menentukan bakat seseorang.



d) Rawlinson (1979:9) mengemukakan Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu gagasan baru maupun karya nyata baru yang merupakan kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada sehingga relatif berbeda dengan yang telah ada.

Secara umum kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuuan untuk berpikir sesuatu yang baru dan tidak biasa dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan. Perlu kita ketahui ciri-ciri yang mencerminkan kepribadian kreatif, diantaranya, mempunyai daya imajinasi yang kuat, mempunyai inisiatif dan minat yang luas, bebas dalam berpikir, bersifat ingin tahu, selalu ingin mendapat pengalaman baru, percaya diri, penuh semangat dan berani mengambil resiko.
Perkembangan kreativitas anak
Sejumlah studi kreativitas menunjukan bahwa perkembangan kreativitas mengikuti suatu pola yang memiliki beberapa variasi. Beberapa factor yang berpengaruh terhadap variasi tersebut diantaranya, jenis kelamin, status ekonomi, posisi urutan kelahiran, lingkungan kota versus desa, dan intelegensi. Anak laki-laki cenderung lebih kreatif dibandingkan dengan anak perempuan karena anak laki-laki mempunyai kesempatan yang lebih luas daripada anak perempuan. Anak yang berlatar belakang ekonomi tinggi lebih kreatif daripada anak yang mempunyai latar belakang ekonomi yang rendah karena lebih banyak mempunyai kesempatan untuk mengakses pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk pengembangan kreativitas. Untuk anak-anak yang sebaya, anak yang cerdas menunjukan kemampuan yang lebih bila dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas.
Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan persoalan yang memungkinkan orang tersebut memecahkan ide yang asli atau menghasilkan suatu yang adaptis (fungsi kegunaan) yang secara penuh berkembang. Kreativitas dan kecerdasan seseorang tergantung pada kemampuan mental yang berbeda-beda.
Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda oleh para pakar berdasarkan sudut pandang masing-masing. Perbedaan dalam sudut pandang ini menghasilkan berbagai definisi kreativitas dengan penekanan yang berbeda-beda pula. Barron (1982) mendefinisikan bahwa Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru di sini bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya.
Guilford (1970) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri seorang kreatif . Lebih lanjut Guilford mengemukakan dua cara berfikir, yakni cara berfikir konvergen dan divergen. Cara berfikir konvergen adalah cara-cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan berpandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar. Sedangkan cara berfikir divergen adalah kemampuan individu untuk mencari berbagai alternatif jawaban terhadap suatu persoalan.
Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:
1. Aspek Produk (Product)
Menekankan kreativitas dari hasil karya-karya kreatif, baik yang sama sekali baru maupun kombinasi karya-karya lama yang menghasilkan sesuatu yang baru.
2. Aspek Pribadi (Person)
Memandang kreativitas dari segi cirri-ciri individu yang menandai kepribadian orang kreatif atau yang berhubungan dengan kreativitas. Ini dapat diketahui melalui perilaku kreatif yang tampak.
3. Aspek Proses (Process)
Menekankan bagaimana proses kreatif itu berlangsung sejak dari mulai tumbuh sampai dengan berwujud perilaku kreatif.
4. Aspek Pendorong (Press)
Menekankan pada pentingnya faktor-faktor yang mendukung timbulnya kreativitas pada individu.
Keterkaitan antara empat aspek / sudut pandang aspek produk (product), aspek pribadi (person), aspek proses (process), dan aspek pendorong (press) itu oleh Utami Munandar (1992) dijelaskan sebagai berikut : Apabila kita dapat menerima bahwa setiap pribadi memiliki potensi kreatif yang unik dan dapat mengenal potensi tersebut dan kemudian memberikan kesempatan pada setiap individu untuk melibatkan diri ke dalam kegiatan-kegiatan kreatif sesuai dengan bidang keahlian dan minatnya, maka produk kreativitas yang bermakna dapat muncul.
Berpikir adalah proses umum untuk menentukan sebuah isu dalam pikiran, sementara logika adalah ilmu berpikir. Walaupun dua orang dapat berpikir hal yang sama, kesimpulan mereka-keduanya diraih melalui pemikiran-mungkin berbeda, yang satu logis yang lain tidak logis
Berpikir dan logika telah menjadi subjek spekulasi untuk waktu yang lama. Lebih dari 2000 tahun lalu Aristoteles memperkenalkan suatu sistem penalaran atau validasi argument yang kita sebut silogisme. Sebuah silogisme mempunyai tiga langkah-sebuah premis mayor, premis minor, dan konklusi, dalam urutan demikian. Lihat contoh berikut :
Premis mayor Seluruh laki-laki adalah makhluk hidup
Predikat (P)
Hubungan Tengah (M)
Premis minor Sokrates adalah laki-laki
Subjek (S)
Konklusi Oleh karena itu, Sokrates makhluk hidup
Konklusi diraih ketika penalaran silogistik diakui valid atau benar, jika premis-premisnya akurat dan bentuknya benar. Maka sangat mungkin untuk menggunakan logika silogistik untuk validasi argument. Konklusi yang tak logis dapat ditentukan dan sebab-sebabnya terisolasi. Ini merupakan pernyataan ringkas dasar teori dari banyak riset mengenai pemikiran dan logika.
Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, dimana logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih”.
Sehubungan dengan luasnya penggunaan kata “intelegensi”, maka para psikolog tidak setuju pada satu definisi saja. Tetapi bagaimanapun juga inti dari topik ini adalah bentuk kognisi yang lebih tinggi (higher-order form of cobnition) pembentukan konsep, penalaran, pemecahan masalah, kreativitas, serta memori dan persepsi yang berhubungan dengan intelegensi manusia. Sternberg (1982) meminta orang-orang mengidentifikasi karakteristik orang intelek, dan sebagian besar mereka menjawab “dapat berfikir logis dan bagus”, “banyak membaca”, “berfikir terbuka” dan “membaca dengan pemahaman yang tinggi”. Sedangkan Geary (2005) menyatakan bahwa intelegensi dapat didefinisikan dalam hal perbedaan individu dalam bereaksi terhadap waktu, waktu “inspeksi” (inspection time), dan kerja memori yang secara de facto diukur melalui tes intelegensi standar.
Phares (1988) mengatakan bahwa dari sekian banyak definisi yang dirumuskan para ahli, secara umum dapat dimasukan ke dalam salah satu dari tiga klasifikasi berikut :
1. Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan, beradaptasi dengan situasi-situasi baru, atau menghadapi situasi-situasi yang sangat beragam.
2. Kemampuan untuk belajar atau kapasitas untuk menerima pendidikan, dan
3. Kemampuan untuk berfikir secara abstrak, menggunakan konsep-konsep abstrak dan menggunankan secara luas simbol-simbol dan konsep-konsep.
Dengan berbagai definisi yang ada, kami akan menyimpulkan bahwa intelegensi manusia adalah kemampuan untuk memperoleh, memanggil kembali (recall) dan menggunakan pengetahuan untuk memahami konsep-konsep abstrak maupun konkrit dan hubungan antara objek dan ide, serta menerapkan pengatahuan secara tepat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Intelegensi adalah
a. Pembawaan
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir.
b. Kematangan
Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik atau psikis) dapat dikatakan telah matanag, jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
c. Pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang memengaruhi perkembangan intelegensi.
d. Minat dan Pembawaan Khas
Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. Motif menggunakan dan menyelidiki dunia luar (manipulate and exploring motivies). Dari manipulasi dan eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama kelamaan timbulah minat terhadap sesuatu.
e. Kebebasan
Manusia mempunyai kebebasan-kebebasan memilih metode, juga bebas memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya. Dengan adanya kebebasan ini berarti bahwa minat itu tidak selamanya menjadi syarat dalam perbuatan intelegensi.
B. Intelegensi : Pengukuran Kemampuan Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah adalah suatu pemikiran yang terarah secara langsung untuk menemukan suatu solusi/jalan keluar untuk suatu masalah yang spesifik. Kita menemukan banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga kita akan membuat suatu cara untuk menanggapi, memilih, menguji respons yang kita dapat untuk memecahkan suatu masalah.
Meskipun psikologi Gestalt terkenal berkat teorinya mengenai organisasi perceptual, Gestalt juga terkenal dengan pemahaman (“insight”) dalam memecahkan masalah. Gestalt kurang lebih dapat diterjemahkan sebagai “konfigurasi” atau “ keseluruhan yang terorganisir”. Perspektif dalam psikologi gestalt konsisten dengan memandang perilaku sebagai system yang terorganisir.
Menurut para penganut psikologi Gestalt (gestaltist), suatu permasalahan, (khususnya masalah-masalah perceptual) ada ketika ketegangan atau stres muncul sebagai hasil dari interaksi antara persepsi dan memori.dengan memikirkan suatu permasalahan, atau dengan menelitinya dari berbagai sudut yang berbeda, pandangan yang “benar” dapat muncul pada saat kita memikirkannya lebih jauh. Psikolog Gestalt awal seperti (Max Wertheimer, Kurt Koffka, Wolfgang Kohler) mendemonstrasikan sudut pandang persepsi reorganisasi dalam aktivitas pemecahan masalah. Dari sudut pandang tersebut, kemudian muncul konsep “functional fixedness” yang dikemukakan oleh Karl Duncker (1945).
Penalaran (reasoning) dan pemecahan masalah merupakan komponen yang penting dalam kehidupan manusia. Sternberg (1989) adalah seorang psikolog kognitif generasi baru yang membahas tentang intelegensi manusia dalam hubungannya dengan penalaran dan pemecahan masalah. Sternberg mengemukakan teori tentang intelegensi yang disebut teori triarkhis (triarchic theory) yang meliputi 3 subteori, antara lain adalah :
1. Perilaku Intelegen Komponensial (componential intelligent behavior). Subteori ini menjelaskan struktur dan mekanisme yang mendasari perilaku inteligen. Dalam teori ini terdapat 3 komponen pemrosesan informasi : (a) belajar bagaimana melakukan hal-hal tertentu (b) merencanakan hal-hal yang akan dilakukan serta bagaimana cara melakukannya (c) melakukan hal tersebut.
2. Perilaku Inteligen Eksperiensial (experiential intelligent behavior). Komponen ini memberikan fakta bahwa untuk tugas maupun situasi yang unik, perilaku yang tepat secara kontekstual adalah perilaku yang tidak dianggap sebagai perilaku yang “inteligen” menurut pengalaman umum. Orang-orang yang mempunyai komponen ini kemungkinan tidak memperoleh skor yang tertinggi dalam tes IQ, tetapi mereka kreatif. Pada umumnya, kemampuan mereka dapat menuntun pada kesuksesan dalam berbagai bidang, baik itu bidang bisnis, medis, maupun pertukangan.
3. Perilaku Inteligen Kontekstual (contextual intelligent behavior). Perilaku inteligen kontekstual meliputi (a) adaptasi terhadap lingkungan (b) pemilihan terhadap lingkungan yang lebih optimal dibanding apa yang dilakukan individu pada umumnya (c) menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi peningkatan keahlian, minat, dan nilai-nilai. Jenis inteligensi ini merupakan alat/instrument yang paling penting dalam pergaulan sehari-hari, baik dalam lingkup perkampungan kumuh maupun ruang rapat.
BAB III
PENUTUP
A.        KESIMPULAN
Jadi peranan Intelegensi / kecerdasan setiap orang sangat mempengaruhi kreativitas, bakat , dan prestasi belajarnya. Seseorang yang Tingkat intelegensinya (IQ) tinggi belum tentu memiliki kreativitas, bakat, dan prestasi belajarnya tinggi pula karena setiap individu memiliki motivasi yang berbeda. Tetapi individu yang memiliki IQ lebih tinggi akan lebih mudah berkreativitas dan meraih prestasi belajar yang tinggi dibandingkan dengan yang memiliki IQ rendah.

Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda oleh para pakar berdasarkan sudut pandang masing-masing. Perbedaan dalam sudut pandang ini menghasilkan berbagai definisi kreativitas dengan penekanan yang berbeda-beda pula.
Dalam perkembangannya kreativitas sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:
1. Aspek Produk (Product)
2. Aspek Pribadi (Person)
3. Aspek Proses (Process)
4. Aspek Pendorong (Press)
Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, dimana logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih”.
Dengan berbagai definisi yang ada, kami akan menyimpulkan bahwa intelegensi manusia adalah kemampuan untuk memperoleh, memanggil kembali (recall) dan menggunakan pengetahuan untuk memahami konsep-konsep abstrak maupun konkrit dan hubungan antara objek dan ide, serta menerapkan pengatahuan secara tepat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Intelegensi adalah
a. Pembawaan
b. Kematangan
c. Pembentukan
d. Minat dan Pembawaan Khas
e. Kebebasan
B.        SARAN

DAFTAR PUSTAKA
http://kentanks.blogspirit.com/archive/2006/03/04/intelegensi-dan-iq.html
http://id.wikipedia.org/wiki/bakat/psikologi
http://id.wikipedia.org/wiki/kreativitas/psikologi
http://www.masbied.com/2011/07/07/hubungan-intelegensi-dengan-kreativitas
http://id.wikipedia.org/wiki/belajar/psikologi
aza-blog.blogspot.com/2011/04/hubungan-antara-intelegensi-dengan.html
http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/18/intelegensi-dan-kreativitas-adakah-hubungan-di-antara-keduanya/
Description: inteligensi Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: inteligensi

ASUHAN KEPERAWATAN KATARAK



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kebutaan di Indonesia merupakan bencana Nasional. Sebab kebutaan menyebabkan kualitas sumber daya manusia rendah. Hal ini berdampak pada kehilangan produktifitas serta membutuhkan biaya untuk rehabilitasi dan pendidikan orang buta. Berdasarkan hasil survey nasional tahun 1993 – 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 %. Angka ini menempatkan Indonesia pada urutan pertama dalam masalah kebutaan di Asia dan nomor dua di dunia pada masa itu.
            Salah satu penyebab kebutaan adalah katarak. sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk di Indonesia, 78 % disebabkan oleh katarak. Pandangan mata yang kabur atau berkabut bagaikan melihat melalui kaca mata berembun, ukuran lensa kacamata yang sering berubah, penglihatan ganda ketika mengemudi di malam hari , merupakan gejala katarak. Tetapi di siang hari penderita justru  merasa silau karena cahaya yang masuk ke mata terasa berlebih.
            Begitu besarnya resiko masyarakat Indonesia  untuk menderita katarak memicu kita dalam  upaya pencegahan. Dengan memperhatikan gaya hidup, lingkungan yang sehat dan menghindari pemakaian bahan-bahan kimia yang dapat merusak akan membuta kita terhindar dari berbagai jenis penyakit dalam stadium yang lebih berat yang akan menyulitkan upaya penyembuhan.
            Sehingga kami sebagai mahasiswa keperawatan memiliki solusi dalam mencegah dan menanggulangi masalah katarak yakni dengan memberikan sebuah raangkuman makalah tentang katarak sebagai bahan belajar dan pendidikan bagi mahasiswa keperawatan.
1.2  Rumusan masalah
1.2.1      Bagaimanakah konsep katarak?
1.2.2      Bagaimanakah konsep proses keperawatan pada katarak?

1.3  Tujuan instruksional umum
Menjelaskan konsep dan proses keperawatan pada katarak.


1.4  Tujuan instruksional khusus 
1.4.1       Mengetahui definisi katarak
1.4.2      Mengetahui etiologi katarak
1.4.3      Mengetahui patofisiologi katarak
1.4.4      Mengetahui manifestasi klinis katarak
1.4.5      Mengetahui pemeriksaan dignostik pada katarak
1.4.6      Mengetahui asuhan keperawatan pasien dengan katarak
1.4 Manfaat
  1. Mahasiswa mampu dan mengerti tentang katarak
  2. Mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan pada   pasien katarak

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Definisi Katarak
Katarak merupakan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, sehingga menyebabkan penurunan/gangguan penglihatan (Admin,2009). Katarak menyebabkan penglihatan  menjadi berkabut/buram. Katarak merupakan keadaan patologik lensa dimana lensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa, sehingga pandangan seperti tertutup air terjun atau kabut merupakan penurunan progresif kejernihan lensa, sehingga ketajaman penglihatan berkurang (Corwin, 2000). Definisi lain katarak adalah suatu keadaan patologik lensa di mana lensa rnenjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa, atau denaturasi protein lensa. Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu (Iwan,2009)

Lensa mata merupakan bagian jernih dari mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya dan gambar. Retina merupakan jaringan yang berada di bagian belakang mata, bersifat sensitive terhadap cahaya. Pada keadaan normal, cahaya atau gambar yang masuk akan diterima oleh lensa mata, kemudian akan diteruskan ke retina, selanjutnya rangsangan cahaya atau gambar tadi akan diubah menjadi sinyal / impuls yang akan diteruskan ke otak melalui saraf penglihatan dan akhirnya akan diterjemahkan sehingga dapat dipahami. Tetapi bila jalan cahaya tertutup oleh keadaan lensa yang katarak maka impuls tidak akan dapat diterima oleh otak dan tidak akan bisa diterjemahkan menjado suatu gambaran penglihatan yang baik.
Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun dan ketika katarak sudah sangat memburuk lensa yang lebih kuat pun tidak akan mampu memperbaiki penglihatan. Orang dengan katarak secara khas selalu mencari cara untuk menghindari silau yang berasal dari cahaya yang salah arah. Misalnya dengan mengenakan topi berkelapak lebar atau kaca mata hitam dan menurunkan pelindung cahaya saat mengendarai mobil pada siang hari.
Katarak dapat diklasifikasikan menurut umur penderita:
  1. Katarak Kongenital, sejak sebelum berumur 1 tahun sudah terlihat disebabkan oleh infeksi virus yang dialami ibu pada saat usia kehamilan masih dini (Farmacia, 2009). Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun. Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan pada bayi yang cukup berarti terutama akibat penanganannya yang kurang tepat.
            Katarak kongenital sering ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menderita penyakit rubela, galaktosemia, homosisteinuri, toksoplasmosis, inklusi sitomegalik,dan histoplasmosis, penyakit lain yang menyertai katarak kongenital biasanya berupa penyakit-penyakt herediter seperti mikroftlmus, aniridia, koloboma iris, keratokonus, iris heterokromia, lensa ektopik, displasia retina, dan megalo kornea.
                Untuk mengetahui penyebab katarak kongenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal infeksi ibu seperti rubela pada kehamilan trimester pertama dan pemakainan obat selama kehamilan. Kadang-kadang terdapat riwayat kejang, tetani, ikterus, atau hepatosplenomegali pada ibu hamil. Bila katarak disertai uji reduksi pada urine yang positif, mungkin katarak ini terjadi akibat galaktosemia. Sering katarak kongenital ditemukan pada bayi prematur dan gangguan sistem saraf seperti retardasi mental.
Pemeriksaan darah pada katarak kongenital perlu dilakukan karena ada hubungan katarak kongenital dengan diabetes melitus, fosfor, dan kalsium. Hampir 50 % katarak kongenital adalah sporadik dan tidak diketahui penyebabnya. Pada pupil bayi yang menderita katarak kongenital akan terlihat bercak putih atau suatu leukokoria.
  1. Katarak Juvenil, Katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda, yang mulai terbentuknya pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak juvenil biasanya merupakan kelanjutan katarak kongenital. Katarak juvenil biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya
  2. Katarak Senil, setelah usia 50 tahun akibat penuaan. Katarak senile biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun, Kekeruhan lensa dengan nucleus yang mengeras akibat usia lanjut yang biasanya mulai terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. (Ilyas, Sidarta: Ilmu Penyakit Mata, ed. 3)
                 Katarak Senil sendiri terdiri dari 4 stadium, yaitu:
  1. Stadium awal (insipien). Pada stadium awal (katarak insipien) kekeruhan lensa mata masih sangat minimal, bahkan tidak terlihat tanpa menggunakan alat periksa. Pada saat ini seringkali penderitanya tidak merasakan keluhan atau gangguan pada penglihatannya, sehingga cenderung diabaikan. Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior ( katarak kortikal ). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak sub kapsular posterior, kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan dan korteks berisi jaringan degenerative(benda morgagni)pada katarak insipient kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.
    (Ilyas, Sidarta : Katarak Lensa Mata Keruh, ed. 2,)
  2. Stadium imatur. Pada stadium yang lebih lanjut, terjadi kekeruhan yang lebih tebal tetapi tidak atau belum mengenai seluruh lensa sehingga masih terdapat bagian-bagian yang jernih pada lensa. Pada stadium ini terjadi hidrasi kortek yang mengakibatkan lensa menjadi bertambah cembung. Pencembungan lensa akan mmberikan perubahan indeks refraksi dimana mata akan menjadi mioptik. Kecembungan ini akan mengakibatkan pendorongan iris kedepan sehingga bilik mata depan akan lebih sempit.( (Ilyas, Sidarta : Katarak Lensa Mata Keruh, ed. 2,)
  3. Stadium matur. Bila proses degenerasi berjalan terus maka akan terjadi pengeluaran air bersama-sama hasil desintegrasi melalui kapsul. Didalam stadium ini lensa akan berukuran normal. Iris tidak terdorong ke depan dan bilik mata depan akan mempunyai kedalaman normal kembali. Kadang pada stadium ini terlihat lensa berwarna sangat putih akibatperkapuran menyeluruh karena deposit kalsium ( Ca ). Bila dilakukan uji bayangan iris akan terlihat negatif.( Ilyas, Sidarta : Katarak Lensa Mata Keruh, ed. 2,)  
  4. stadium hipermatur. Katarak yang terjadi akibatkorteks yang mencair sehingga masa lensa ini dapat keluar melalui kapsul. Akibat pencairan korteks ini maka nukleus "tenggelam" kearah bawah (jam 6)(katarak morgagni). Lensa akan mengeriput. Akibat masa lensa yang keluar kedalam bilik mata depan maka dapat timbul penyulit berupa uveitis fakotoksik atau galukoma fakolitik (Ilyas, Sidarta : Katarak Lensa Mata Keruh, ed. 2,)
  5. Katarak Intumesen. Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa degenerative yang menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa disertai pembengkakan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaucoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan miopi lentikularis. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang meberikan miopisasi. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa. (Ilyas, Sidarta : Katarak Lensa Mata Keruh, ed. 2,)
  6. Katarak Brunesen. Katarak yang berwarna coklat sampai hitam (katarak nigra) terutama pada lensa, juga dapat terjadi pada katarak pasien diabetes militus dan miopia tinggi. Sering tajam penglihatan lebih baik dari dugaan sebelumnya dan biasanya ini terdapat pada orang berusia lebih dari 65 tahun yang belum memperlihatkan adanya katarak kortikal posterior. (Ilyas, Sidarta: Ilmu Penyakit Mata, ed. 3)

Tabel 1.1 Perbedaan karakteristik Katarak (Ilyas, 2001)

Insipien
Imatur
Matur
Hipermatur
Kekeruhan
Ringan
Sebagian
Seluruh
Masif
Cairan Lensa
Normal
Bertambah
Normal
Berkurang
Iris
Normal
Terdorong
Normal
Tremulans
Bilik mata depan
Normal
Dangkal
Normal
Dalam
Sudut bilik mata
Normal
Sempit
Normal
Terbuka
Shadow test
(-)
(+)
(-)
+/-
Visus
(+)
<
<<
<<<
Penyulit
(-)
Glaukoma
(-)
Uveitis+glaukoma

Klasifikasi katarak berdasarkan lokasi terjadinya:
1.)    Katarak Inti ( Nuclear )
Merupakan yang paling banyak terjadi. Lokasinya terletak pada nukleus atau bagian tengah dari lensa. Biasanya karena proses penuaan.
2.)    Katarak Kortikal
Katarak kortikal ini biasanya terjadi pada korteks. Mulai dengan kekeruhan putih mulai dari tepi lensa dan berjalan ketengah sehingga mengganggu penglihatan. Banyak pada penderita DM
3.)    Katarak Subkapsular.
Mulai dengan kekeruhan kecil dibawah kapsul lensa, tepat pada lajur jalan sinar masuk. DM, renitis pigmentosa dan pemakaian kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama dapat mencetuskan kelainan ini. Biasanya dapat terlihat pada kedua mata.

2.2  Etiologi Katarak
Berbagai macam hal yang dapat mencetuskan katarak antara lain (Corwin,2000):
  1. Usia lanjut dan proses penuaan
  2. Congenital atau bisa diturunkan.
  3. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.  
  4. Katarak bisa disebabkan oleh cedera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes) dan obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).  
Katarak juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko lain, seperti:
  1. Katarak traumatik yang disebabkan oleh riwayat trauma/cedera pada mata.
  2. Katarak sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti: penyakit/gangguan metabolisme, proses peradangan pada mata, atau diabetes melitus.
  3. Katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi.
  4. Katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang, seperti kortikosteroid dan obat penurun kolesterol.
  5. Katarak kongenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik (Admin,2009).

2.3  Patofisiologi 
Metabolisme Lensa Normal
Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium). Kedua kation berasal dari humour aqueous dan vitreous. Kadar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. Dan kadar natrium di bagian posterior lebih besar. Ion K bergerak ke bagian posterior dan keluar ke aqueous humour, dari luar Ion Na masuk secara difusi dan bergerak ke bagian anterior untuk menggantikan ion K dan keluar melalui pompa aktif Na-K ATPase, sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh Ca-ATPase Metabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (95%) dan HMP-shunt (5%). Jalur HMP shunt menghasilkan NADPH untuk biosintesis asam lemak dan ribose, juga untuk aktivitas glutation reduktase dan aldose reduktase. Aldose reduktse adalah enzim yang merubah glukosa menjadi sorbitol, dan sorbitol dirubah menjadi fructose oleh enzim sorbitol dehidrogenase. 
Lensa mengandung 65% air, 35% protein dan sisanya adalah mineral. Dengan bertambahnya usia, ukuran dan densitasnya bertambah. Penambahan densitas ini akibat kompresi sentral pada kompresi sentral yang menua. Serat lensa yang baru dihasilkan di korteks, serat yang tua ditekan ke arah sentral. Kekeruhan dapat terjadi pada beberapa bagian lensa.
Kekeruhan sel selaput lensa yang terlalu lama menyebabkan kehilangan kejernihan secara progresif, yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan sering terjadi pada kedua mata.

2.4  Manifestasi Klinis
Gejala subjektif dari pasien dengan katarak antara lain:
  1. Biasanya klien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau serta gangguan fungsional yang diakibatkan oleh kehilangan penglihatan tadi.
  2. menyilaukan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari
Gejala objektif biasanya meliputi:
  1.  Pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop. Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan menjadi kabur atau redup.

  1. Pupil yang normalnya hitam akan tampak abu-abu atau putih. Pengelihatan seakan-akan melihat asap dan pupil mata seakan akan bertambah putih.
  2. Pada akhirnya apabila katarak telah matang pupil akan tampak benar-benar putih ,sehingga refleks cahaya pada mata menjadi negatif.
Gejala umum gangguan katarak meliputi: 
  1. Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.
  2. Gangguan penglihatan bisa berupa:
  1. Peka terhadap sinar atau cahaya.
  2. Dapat melihat dobel pada satu mata (diplobia).
  3. Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.
  4. Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.
1)      Kesulitan melihat pada malam hari
2)      Melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata
3)      Penurunan ketajaman penglihatan ( bahkan pada siang hari )
  1. Gejala lainya adalah :
1)Sering berganti kaca mata
2)Penglihatan sering pada salah satu mata.
Kadang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata ( glukoma ) yang bisa menimbulkan rasa nyeri.

 2.5 Penatalaksanaan katarak
            Gejala-gejala yang timbul pada katarak yang masih ringan dapat  dibantu dengan menggunakan kacamata, lensa pembesar, cahaya yang lebih terang, atau kacamata yang dapat meredamkan cahaya. Pada tahap ini tidak diperlukan tindakan operasi.
            Tindakan operasi katarak merupakan cara yang efektif untuk memperbaiki lensa mata,  tetapi tidak semua kasus katarak memerlukan tindakan operasi. Operasi katarak perlu dilakukan jika kekeruhan lensa menyebabkan penurunan tajam pengelihatan sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari. Operasi katarak dapat dipertimbangkan untuk dilakukan jika katarak terjadi berbarengan dengan penyakit mata lainnya, seperti uveitis yakni adalah peradangan pada uvea. Uvea (disebut juga saluran uvea) terdiri dari 3 struktur:
  1. Iris : cincin berwarna yang melingkari pupil yang berwarna hitam
  2. Badan silier : otot-otot yang membuat lensa menjadi lebih tebal sehingga mata bisa fokus pada objek dekat dan lensa menjadi lebih tipis sehingga mata bisa fokus pada objek jauh
  3. Koroid : lapisan mata bagian dalam yang membentang dari ujung otot silier ke saraf optikus di bagian belakang mata.
Sebagian atau seluruh uvea bisa mengalami peradangan. Peradangan yang terbatas pada iris disebut iritis, jika terbatas pada koroid disebut koroiditis.
Juga operasi katarak akan dilakukan bila berbarengan dengan glaukoma, dan retinopati diabetikum. Selain itu jika hasil yang didapat setelah operasi jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan risiko operasi yang mungkin terjadi. Pembedahan lensa dengan katarak dilakukan bila mengganggu kehidupan social atau atas indikasi medis lainnya.( Ilyas, Sidarta: Ilmu Penyakit Mata, ed. 3)
Indikasi dilakukannya operasi katarak :
  1. Indikasi sosial: jika pasien mengeluh adanya gangguan penglihatan dalam melakukan rutinitas pekerjaan
  2. Indikasi medis: bila ada komplikasi seperti glaucoma
  3. Indikasi optik: jika dari hasil pemeriksaan visus dengan hitung jari dari jarak 3 m didapatkan hasil visus 3/60
Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, yaitu:
  1. ICCE ( Intra Capsular Cataract Extraction)
yaitu dengan mengangkat semua lensa termasuk kapsulnya. Sampai akhir tahun 1960 hanya itulah teknik operasi yg tersedia.
  1. ECCE (Ekstra Capsular Cataract Extraction) terdiri dari 2 macam yakni
    1. Standar ECCE atau planned ECCE dilakukan dengan mengeluarkan lensa secara manual setelah membuka kapsul lensa. Tentu saja dibutuhkan sayatan yang lebar sehingga penyembuhan lebih lama.
    2. Fekoemulsifikasi (Phaco Emulsification). Bentuk ECCE yang terbaru dimana menggunakan getaran ultrasonic untuk menghancurkan nucleus sehingga material nucleus dan kortek dapat diaspirasi melalui insisi ± 3 mm. Operasi katarak ini dijalankan dengan cukup dengan bius lokal atau menggunakan tetes mata anti nyeri pada kornea (selaput bening mata), dan bahkan tanpa menjalani rawat inap. Sayatan sangat minimal, sekitar 2,7 mm.  Lensa mata yang keruh dihancurkan (Emulsifikasi) kemudian disedot (fakum) dan diganti dengan lensa buatan yang telah diukur kekuatan lensanya dan ditanam secara permanen. Teknik bedah katarak dengan sayatan kecil ini hanya memerlukan waktu 10 menit disertai waktu pemulihan yang lebih cepat.

Pascaoperasi pasien diberikan tetes mata steroid dan antibiotik jangka pendek. Kacamata baru dapat diresepkan setelah beberapa minggu, ketika bekas insisi telah sembuh. Rehabilitasi visual dan peresepan kacamata baru dapat dilakukan lebih cepat dengan metode fakoemulsifikasi. Karena pasien tidak dapat berakomodasi maka pasien akan membutuhkan kacamata untuk pekerjaan jarak dekat meski tidak dibutuhkan kacamata untuk jarak jauh. Saat ini digunakan lensa intraokular multifokal. Lensa intraokular yang dapat berakomodasi sedang dalam tahap pengembangan
Apabila tidak terjadi gangguan pada kornea, retina, saraf mata atau masalah mata lainnya, tingkat keberhasilan dari operasi katarak cukup tinggi, yaitu mencapai 95%, dan kasus komplikasi saat maupun pasca operasi juga sangat jarang terjadi. Kapsul/selaput dimana lensa intra okular terpasang pada mata orang yang pernah menjalani operasi katarak dapat menjadi keruh. Untuk itu perlu terapi laser untuk membuka kapsul yang keruh tersebut agar penglihatan dapat kembali menjadi jelas.
DOWNLOAD : WOC ASKEP KATARAK
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KATARAK

3.1  Pengkajian
3.1.1 Anamnesa
Anamnesa yang dapat dilakukan pada klien dengan katarak adalah :
  1. Identitas / Data demografi
Berisi nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan yang sering terpapar sinar matahari secara langsung, tempat tinggal sebagai gambaran kondisi lingkungan dan keluarga,  dan keterangan lain mengenai identitas pasien.
  1. Riwayat penyakit sekarang
    Keluhan utama pasien katarak biasanya antara lain:
-             Penurunan ketajaman penglihatan secara progresif (gejala utama katarak) .
-             Mata tidak merasa sakit, gatal atau merah
-             Berkabut, berasap, penglihatan tertutup film
-             Perubahan daya lihat warna
-             Gangguan mengendarai kendaraan malam hari, lampu besar sangat menyilaukan mata
-             Lampu dan matahari sangat mengganggu
-             Sering meminta ganti resep kaca mata
-             Lihat ganda
-             Baik melihat dekat pada pasien rabun dekat ( hipermetropia)
-             Gejala lain juga dapat terjadi pada kelainan mata lain
  1. Riwayat penyakit dahulu
Adanya riwayat penyakit sistemik yang di miliki oleh pasien seperti
-          DM
-          hipertensi
-          pembedahan mata sebelumnya, dan penyakit metabolic lainnya memicu resiko katarak.
-          Kaji gangguan vasomotor seperti peningkatan tekanan vena,
-          ketidakseimbangan endokrin dan diabetes, serta riwayat terpajan pada radiasi, steroid / toksisitas fenotiazin.
-          Kaji riwayat alergi
  1.  Riwayat Kesehatan Keluarga
    Apakah ada riwayat diabetes atau gangguan sistem vaskuler, kaji riwayat stress,

3.1.2    Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Dalam inspeksi, bagian-bagian mata yang perlu di amati adalah dengan melihat lensa mata melalui senter tangan (penlight), kaca pembesar, slit lamp, dan oftalmoskop sebaiknya dengan pupil berdilatasi. Dengan penyinaran miring ( 45 derajat dari poros mata) dapat dinilai kekeruhan lensa dengan mengamati lebar pinggir iris pada lensa yang keruh ( iris shadow ). Bila letak bayangan jauh dan besar berarti kataraknya imatur, sedang bayangan kecil dan dekat dengan pupil terjadi pada katarak matur.
3.1.3        Pemeriksaan Diagnostik
  1. Kartu mata Snellen / mesin telebinokular ( tes ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan) : mungkin terganggu dengan kerusakan lensa, system saraf atau penglihatan ke retina ayau jalan optic.
  2. Pemeriksaan oftalmoskopi : mengkaji struktur internal okuler, mencatat atrofi lempeng optic, papiledema, perdarahan retina, dan mikroaneurisme.
  3. Darah lengkap, laju sedimentasi (LED) : menunjukkan anemi sistemik / infeksi
  4. EKG, kolesterol serum, dan pemeriksaan lipid : dilakukan untuk memastikan aterosklerosis.
  5. Tes toleransi glukosa / FBS : menentukan adanya/ control diabetes.
  3.1      Diagnosa Keperawatan yang mungkin terjadi (Doenges,2000):
  1. Gangguan peersepsi sensori-perseptual penglihatan b.d  gangguan penerimaan sensori/status organ indera, lingkungna secara terapetik dibatasi. Ditandai dengan : Menurunnya ketajaman penglihatan, perubahan respon biasanya terhadap rangsang.
  2. Kecemasan b.d kurang terpapar terhadap informasi tentang prosedur tindakan pembedahan
  3. Resiko tinggi terhadap infeksi b.d prosedur invasive pengangkatan katarak
  4. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan pengobatan b.d tidak mengenal sumber informasi, salah intrepetasi, kurangnya mengingat, keterbatasan kognitif
Description: ASUHAN KEPERAWATAN KATARAK Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: ASUHAN KEPERAWATAN KATARAK

Google+ Followers