Thursday, July 12, 2012

Catatn Harian

PERPISAHAN

kalimat ini kalimat biasa

dia bukan puisi

bukan pula prosa

kalaupun disebut puisi

itu sekedar puisi tanpa isi

kalaupun disebut prosa itu sekedar cetusan rasa

han, pernah kita padukan ikrar

membina pertiwi tanah tersayang

pernah kita lepaskan janji

pembahruan mental perlu ditentang



kehadiran kita sebagai muslim

kita nilai sebagai kebetulan

untuk itu kita cari

islam menurut kita sendiri

islam menurut kamu, dan

islam menurut aku sendiri



arena telah kita pilih

HMI sebagai saluran

bertahun-tahun kita membina

satu generasi muslim kita pertaruhkan



untuk umat islam

kegagalan HMI kegagalan satu generasi

keberhasilan HMI keberhasilan satu generasi

dalam HMI

kita temakan pemberontakan

pada kebekuan dan kebiasaan

pada kegandaan dalam menilai

pada ketertutupan dalam berpendapat

pada formalisme dalam beragama



saluran telah kita pilih, han

HMI sebagai: alat, bukan tujuan

tapi rupanya

lain diniatan, lain dikejadian

kita yang menempati kamar idiil

yang ikut naik turun dalam degup jantungnya

sudah masuk terlalu jauh

dalam liku-likunya himpunan ini

kita masuk kedalamnya

dia masuk dalam diri kita

kita cinta

karena itu kita bisa mencipta



kita belai dia dengan embun segar

bagaikan membelai diriku sendiri..., bagiku

sepertinya sedang membelai sang pacar...bagimu

bagi kita, han



HMI yang lahir di masa kini, bukan buat masa lalu

dia ada kini buat nanti

kita desakkan perubahan-perubahan

kita jelaskan kemungkinan-kemungkinan

bagi suatu senyum kecerahan



sebagaimana prinsip kita

warna yang beraneka rona kita hormati

bentuk yang beraneka ragam kita terima

pluralisme...itulah prinsip kita

tapi rupanya, han

pluralisme bukan satu-satunya anutan

anti pluralisme juga anutan kawan

dalam himpunan tempat hati tertawan



bagi kita

theist dan atheist bisa berkumpul

muslim dan kristiani bisa bercanda

artis dan atlit bisa bergurau

kafirin dan muttaqien bisa bermesraan

tapi

pluralist dan anti pluralist tak bisa bertemu

dia menyangkut milik manusia yang paling tinggi

awal dan akhir

pribadi

dia menyangkut keterbukaan dan ketertutupan

dia menyangkut adanya pribadi dan tidak adanya pribadi

bagi kita

tak ada pribadi, tak ada manusia

kemerdekaan adalah nakikat existensi manusia

ini masalah dasar bagi kita

apalagi bagi organisasi kader

yang sasrannya : manusia dengan keperibadiannya.



karena itu

perpisahan tidak terelakan

anti pluralist menentukan jalannya

kaum pluralist memilih lintasannya

yang memintas

tapi niatan lain dengan kejadian

dalam awal perpisahan ini ternyata:

HMI bukan sekedar alat

yang bisa diganti dengan lain alat

HMI bukan sekedar saluran

yang bisa ditukar bergantian

terasa...HMI telah menjadi nyawa kita

HMI telah ada dalam urat dan nadi kita

dia ada dalam keriangan kita

dia ada dalam kesusahan kita

dia ada dalam kecabulan kita

dia ada dalam ke kanak-kanakan kita

HMI telah menghisap dan mengisi jaluran-jaluran darah kita



walaupun begitu perpisahan ini kita lakukan juga

kita tidak boleh tercekam oleh emosi

yang akan membuat kita terus termangu

keragu-raguan dalam perpisahan

relakanlah segalanya

buat yang masih tinggal



kerja-kerja kita yang tak pernah selesai

yang disusun baru ditingkat awal

semoga diteruskan

bagi kita

HMI belum menemukan dirinya

banyak perubahan-perubahan perlu dilakukan

yang harus dirintis atau diteruskan

oleh yang tinggal dibelakang kita



kita tengadahkan muka keatas

ke alam bebas dan lepas

dimana pluralisme bisa hidup

dan anti pluralisme tidak menemukan ruangnya

dimana perkawinan pendapat bukan pengkhianatan

dimana pertentangan pendapat bukan pengacauan

dimana pembahruan bukan kejelekan



kita cari ruang bebas

dimana warna yang beraneka adalah rahmat

dimana bentuk yang beragam adalah hidayat

dimana konflik menjadi pertanda kemajuan

dimana untuk masuk tak usah bayar terlalu mahal..pribadi



kesanalah, han kita menengadah

dimana pendapat-pendapat bisa saling bertentangan

dimana pendapatku, pendapatmu bisa saling bertentangan

dalam kompetisi yang mengasyikan

dimana pendapatmu, pendapatnya, dan pendapatku

dimungkinkan bercanda dan bercumbuan

dalam saling penghormatan


walaupun begitu

kita kaum pluralist yang konsekuen

perlu tundukan kepala sebentar

mengusap mata sekali

mengheningkan hati sejenak

buat menerima...

...sebuah perpisahan

dengan roh kita sendiri

HMI Description: Catatn Harian Rating: 4.5 Reviewer: Ningsih iyya - ItemReviewed: Catatn Harian

No comments:

Post a Comment

Google+ Followers